Rabu, 04 Mei 2011

makalah agama tentang perilaku terpuji kelas X


MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
PERILAKU TERCELA


KATA PENGANTAR
            Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kita rahmat, kesehatan, dan kesejahteraan, maka penulis bisa menyelesaikan makalah ini yang berjudul “PERILAKU TERCELA”, dengan harapan semoga makalah ini bisa bermanfaat dan menjadikan referensi bagi pembaca makalah ini, sehingga pembaca lebih mengenal tentang perilaku tercela yang dilarang oleh Allah SWT.
Makalah ini merupakan bagian dari tugas dan penilaian pendidikan agama islam sebelum memasuki ulangan tengah semester. Semoga makalah ini dapat dijadikan referensi bagi pembaca untuk mengetahui perilaku tercela. Sekian dan terima kasih.








                                                                                                            Kendari, 8 April 2011


                                                                                                                        Penulis






BAB I
PENDAHULUAN
1.1.            Latar Belakang
Zaman modern merupakan zaman dimana manusia melakukan aktifitasnya sebebas mungkin. Terkadang dari aktifitas yang dilakukan menimbulkan perilaku tercela.
Ketika perilaku tercela dilakukan, sadarkah manusia tersebut bahwa apa yang dilakukannya adalah dosa. Tentu manusia tidak tahu, sebab manusia dililit oleh rasa khilaf,  sengaja atau tidak sengaja. Perilaku tercela tersebut diantaranya Hasud, Riya, Aniaya dan diskriminasi.
1.2.            Rumusan Masalah
            Berdasarkan pemaparan latar belakang diatas, maka dapat ditarik sebuah rumusan masalah sebagai berikut :
“Jelaskan definisi, contoh, dasar hukum, penyebab, serta dampak dari pada perilaku tercela yang terdiri atas hasud, riya, aniaya, serta diskriminasi ?.”
1.3.            Tujuan
Dari latar belakang dan rumusan masalah yang ada, terdapat tujuan dari makalah ini yakni :
1.3.1.      Mengetahui definisi dari perilaku tercela serta bagian-bagian dari perilaku tercela yang terdiri dari hasud, riya, aniaya serta diskriminasi.
1.3.2.      Dapat menyebutkan contoh, dasar hukum, dan dampak dari perilaku tercela yang terdiri atas hasud, riya, aniaya serta diskriminasi.



             
BAB II
PEMBAHASAN
2.2.            Riya
Riya adalah berbuat kebaikan/ibadah dengan maksud pamer kepada manusia agar orang mengira dan memujinya sebagai orang yang baik atau gemar beribadah seperti shalat, puasa, sedekah, dan sebagainya.
2.1.1.       Contoh perilaku riya:
Orang yang riya berciri tiga, yakni apabila di hadapan orang dia giat tapi bila sendirian dia malas, dan selalu ingin mendapat pujian dalam segala urusan. Sedangkan orang munafik ada tiga tanda yakni apabila berbicara bohong, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. (HR. Ibnu Babawih). Orang yang riya’, maka amal perbuatannya sia-sia belaka.
2.1.2.       Dasar hukum
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia” [QS. Al-Baqarah: 264]
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat karena riya” [Al Maa’uun 4-6]
Riya membuat amal sia-sia sebagaimana syirik. (HR. Ar-Rabii’)


Sesungguhnya riya adalah syirik yang kecil. (HR. Ahmad dan Al Hakim)
2.2.            Hasud
Hasud adalah sikap tidak senang terhadap kenikmatan yang diperoleh orang lain, dan berusaha untuk menghancurkan kenikmatan tersebut dari orang lain.
2.2.1.       Dasar hukum Hasud
Rasulullah bersabda :
“Janganlah kamu saling mendeki, saling memutuskan hubungan, saling membenci dan saling membelakangi tetapi jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara, sebagaimana yang telah diperintahkan Allah kepadamu.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
2.2.3. Dampak dari perilaku Hasud
·      Dapat menimbulkan kerugian atau bencana, baik bagi pendengki maupun yang yang di dengki.
·      Dapat merusak mental (hati) pendengki itu sendiri, sehingga kehidupan merasa gelisah dan tidak memperolah ketentraman.
·      Dapat merusak iman yang hasud.
·      Dapat memutuskan hubungan persaudaraan dan menghapus segala kebaikan yang pernah dilaksanakan.
2.3.            Aniaya
Perkataan aniaya berasal dari bahasa sansekerta yang artinya perbuatan bengis penyiksaan atau lazim. Yang dimaksud dengan aniaya (zalim) ialah tidak adil (tidak menempatkan sesuatu dengan semestinya atau sesuai dengan ketentuan Allah SWT). Aniaya yaitu tindakan yang tidak manusiawi, yang bertentangan dengan hak asai manusia.
2.3.1.       Dasar hukum
 “barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Q.S. Al-Baqarah (2) : 229).
2.3.2.       Dampak dari aniaya
·                     Tidak akan disenangi bahkan dikucilkan dan dibenci oleh masyarakat.
·                     Hidupnya tidak akan tenang, karena dibayangi rasa takut.
·                     Mencemarkan nama baik dirinya dengan keluarganya.
·                    Orang yang berbuat aniaya seperti merampok dan membunuh, apabila perbuatanya diketahui oleh alat Negara lalu ditangkap dan diadili, maka tentu ia akan dijatuhi hukuman.
2.4.            Diskriminasi
Diskriminasi adalah pembedaan perlakuan terhadap sesame berdasarkan golongan, warna kulit, suku, ekonomi, agama, status social, atau sebab-sebab lain.
2.4.1.       Dasar hukum
  “wahai manusia ! sungguh, kami telah mencipatakanmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu bangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah maha mengetahui, maha teliti.” (Q.S. Al Hujurat (49) : 13).







BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
            Berdasarkan pembahasan yang dipaparkan, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa perilaku tercela adalah perilaku yang dilarang oleh Allah SWT. Sebab perilaku ini dapat merugikan sesorang dan orang lain. Perilaku tercela terdiri atas hasud yang berarti dengki, riya berarti pamer sedangkan aniaya merupakan perilaku tidak adil dan diskriminasi berarti membeda-bedakan orang.
            Dari perilaku tercela di atas sesungguhnya Allah SWT, tidak menyukai orang-orang yang berperilaku tercela.

 

SARAN

Perilaku tercela selalu menghampiri manusia di muka bumi, untuk menghindari perilaku tercela khususnya hasud, yakni kita harus yakin pada diri kita sendiri bahwa kenikmatan yang ada pada saat kita hidup di bumi balasannya tak ada ada tandingannya di surga nanti. Perilaku riya dapat di cegah dengan meyakinkan diri bahwa apa pun yang kita lakukan selalu di lihat dan dicatat oleh malaikat Alla SWT. Sedangkan aniaya dan diskriminasi dapat dicegah dengan meyakinkan diri kita bahwa dimata Allah SWT, manusia dimuka bumi ini memiliki hak dan kewajiban yang sama di mata Allah SWT.  

 

 




Tidak ada komentar: